1. Deskripsikan
pengertian budaya politik!
2. Identifikasi
ciri-ciri budaya politik!
3. Identifikasikan
tentang macam-macam budaya politik!
4. Analisis
faktor penyebab berkembangnya budaya politik di daerahnya!
5. Evaluasilah
budaya politik yang berkembang di masyarakat!
Jawaban
1. Budaya politik
merupakan pola perilaku suatu masyarakat dalam kehidupan bernegara,
penyelenggaraan administrasi negara, politik pemerintahan, hukum, norma
kebiasaan yang dihayati oleh seluruh anggota masyarakat setiap harinya.
2.
Ciri-Ciri
Budaya Politik
a. Terdapat
pengaturan kekuasaan
b. Perilaku
dari aparat-aparat Negara
c. Proses
pembuatan kebijakan pemerintah
d. Adanya
kegiatan partai-partai politik
e. Adanya
gejolak masyarakat terhadap kekuasaan yang memerintah
f. Mengenai
pola pengalokasian sumber-sumber masyarakat
g. Adanya
budaya politik mengenai masalah legitimasi.
3. Macam-Macam Budaya
Politik
a. Budaya Politik Parokial
Budaya Politik Parokial adalah budaya politik dengan tingkat partisipasi politik yang sangat rendah. Budaya politik parokial umumnya terdapat dalam masyarakat tradisional dan lebih bersifat sederhana. Berdasarkan pendapat Moctar Masoed dan Colin Mc. Andrew, yang mengatakan budaya politik parokial adalah orang-orang yang tidak mengetahui sama sekali adanya pemerintahan dan politik.
b. Budaya Politik Kaula/Subjek
a. Budaya Politik Parokial
Budaya Politik Parokial adalah budaya politik dengan tingkat partisipasi politik yang sangat rendah. Budaya politik parokial umumnya terdapat dalam masyarakat tradisional dan lebih bersifat sederhana. Berdasarkan pendapat Moctar Masoed dan Colin Mc. Andrew, yang mengatakan budaya politik parokial adalah orang-orang yang tidak mengetahui sama sekali adanya pemerintahan dan politik.
b. Budaya Politik Kaula/Subjek
Budaya politik kaula adalah budaya politik dengan masyarakat
yang suda relatif maju baik sosial maupun ekonominya, namun masih relatif
pasif. Budaya politik kaula atau subjek berada pada orang secara pasif patuf
pada pejabat-pejabat pemerintahan dan undang-undang, akan tetapi tidak
melibatkan diri dalam politik ataupun memberikan suara dalam pemilihan. Budaya
politik kaula memiliki tingkat perhatian pada sistem politik sangat rendah.
c. Budaya Politik Partisipan
Budaya politk partisipan adalah budaya politik yang ditandai adanya kesadaran politik yang sangat tinggi. Budaya politik partisipan dapat dikatakan suatu bentuk budaya yang anggota masyarakatnya condong diorientasikan secara eksplisit terhadap sistem sebagai keseluruhan dan terhadap struktur dan proses politik serta administratif. Budaya politik yang ditandai dengan adanya kesadaran dirinya atau orang lain sebagai anggota aktif dalam kehidupan politik. Umumnya masyarakat budaya politik partisipan sadar bahwa betapapun kecil partisipasi dalam sistem politik, tetap saja merasa berarti dan berperan dalam berlangsungnya sistem politik. Begitu pun dengan budaya politik partisipan, masyarakat tidak menerima langsung keputusan politik, karena merasa sebagai anggota aktif dalam kehidupan politik yang memiliki hak dan tanggung jawab.
4.
Faktor-faktor
penyebab berkembangnya budaya politik di suatu daerah
Didalam perkembangan budaya
politik menurut Myran Weiner paling tidak terdapat empat hal yang dapat
menyebabkan timbulnya gerakan ke arah partisipan yang lebih luas dalam proses
budaya politik yaitu dapat diuraikan antara lain sebagai berikut :
1.
Modernisasi
Sejalan dengan berkembangnya
industrialisasi, perbaikan pendidikan dan media komunikasi massa, maka pada
sebagian penduduk yang merasakan terjadinya perubahan nasib akan turut berperan
dalam politik.
2.
Perubahan-perubahan struktur kelas sosial
Salah satu dampak modernisasi
adalah munculnya kelas pekerja baru dan kelas menegah yang semakin meluas,
sehingga mereka merasa berkepentingan untuk berpartisipasi dalam pembuatan
keputusan-keputusan politik.
3.
Pengaruh kaum intelektual dan komunikasi massa modern
Kaum intelektual sarjana,
pengarang, wartawan dan sebagainya, melalui ide-idenya kepada masyarakat umum
dapat membangkitkan tuntutan akan partisipasi massa dalam pembuatan keputusan
politik, konflik di antara kelompok-kelompok pemimpin politik.
Para pemimpin politik bersaing
memperebutkan kekuasaan. Sesungguhnya apa yang mereka lakukan adalah untuk
memperjuangkan ide-ide partisipasi itu dapat terpenuhi.
4.
Keterlibatan pemerintah yang meluas dalam urusan sosial, ekonomi dan kebudayaan
Perluasan kegiatan pemerintah
dalam berbagai bidang membawa akibat adanya tindakan-tindakan yang semakin
menyusup ke segala segi kehidupan rakyat.
5.
Gambaran
tentang budaya politik yang berkembang di masyarakat.
a. Konfigurasi subkultur di Indonesia masih aneka ragam, walaupun tidak sekompleks
yang dihadapi oleh India misalnya, yang menghadapi masalah perbedaan bahasa,
agama, kelas, kasta yang semuanya relatif masih rawan/rentan.
a. Konfigurasi subkultur di Indonesia masih aneka ragam, walaupun tidak sekompleks
yang dihadapi oleh India misalnya, yang menghadapi masalah perbedaan bahasa,
agama, kelas, kasta yang semuanya relatif masih rawan/rentan.
b.
Budaya politik Indonesia yang bersifat Parokial-kaula di satu pihak dan budaya
politik
partisipan di lain pihak, di satu segi masa masih ketinggalan dalam mempergunakan
hak dan dalam memikul tanggung jawab politiknya yang mungkin di sebabkan oleh
isolasi dari kebudayaan luar, pengaruh penjajahan, feodalisme, bapakisme, dan ikatan
primordial.
partisipan di lain pihak, di satu segi masa masih ketinggalan dalam mempergunakan
hak dan dalam memikul tanggung jawab politiknya yang mungkin di sebabkan oleh
isolasi dari kebudayaan luar, pengaruh penjajahan, feodalisme, bapakisme, dan ikatan
primordial.
c. Sikap
ikatan primordial yang masih kuat berakar, yang di kenal melalui indikatornya
berupa sentimen kedaerahan, kesukaan, keagamaan, perbedaan pendekatan terhadap
keagamaan tertentu; purutanisme dan non puritanisme dan lain-lain.
d.
kecendrungan budaya politik Indonesia yang masih mengukuhi sikap
paternalisme dan sifat patrimonial; sebagai indikatornya dapat di sebutkan
antara lain bapakisme, sikap asal bapak senang.
e.
Dilema interaksi tentang introduksi modernisasi (dengan segala
konsekuensinya) dengan pola-pola yang telah lama berakar sebagai tradisi dalam
masyarakat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar